Bendungan wonorejo tulungagung

Waduk wonorejo

Di Kabupaten Tulungagung, tepatnya di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Jawa Timur, masyarakat setempat patut bangga karena di kawasan tersebut terdapat salah satu bendungan terbesar di Asia Tenggara. Bendungan ini dikenal dengan sebutan Bendungan/Waduk Wonorejo.

Bendungan yang diresmikan pada tahun 2001 oleh Wakil Presiden Indonesia Megawati Sukarnoputri ini, berfungsi sebagai pengendalian banjir di kota seluas 1.055,65 kilometer persegi itu. Sekaligus sebagai pembangkit tenaga listrik, terutama juga untuk menyediakan pasokan air baku untuk Surabaya dan sekitarnya.



Karena itu pula salah satu bendungan terbesar di kawasan Asia Tenggara ini memiliki banyak kelebihan. Yaitu pada elevasi titik puncak setinggi 188 meter, tinggi bendungan 100 meter, panjang bendungan 545 meter, volume timbunan 6,05 juta meter kubik, serta luas permukaan air maksimal 3,85 juta meter persegi.

Sedangkan bersebelahan dengan keberadaan bendungan terdapat bangunan pelimpahan (Spillway), yang berguna untuk penampungan luapan air banjir. Dengan sebanyak kapasitas limpahan 540 meter kubik per detik. Tidak hanya itu, Bendungan Wonorejo juga memiliki sejumlah fungsi penting lainnya. Khususnya bagi kelangsungan hidup masyarakat luas.

Fungsi itu antara lain, menyediakan air baku untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya sebanyak delapan meter kubik per detik, mengusahakan pembangkit tenaga listrik 6,02 megawatt, mengendalikan banjir bagi daerah Tulungagung seluas 1.479 hektar, dan mendukung irigasi pertanian untuk sawah penduduk setempat seluas 1.200 hektar.

"Manfaat lain untuk masyarakat sekitar, seperti budidaya perikanan, kawasan sabuk hijau untuk tanaman keras produktif, serta beberapa keunggulan dari aspek kepariwisataan. Untuk perikanan, di Waduk Wonorejo sendiri dapat menghasilkan sebanyak 200 ton ikan per tahun," menurut Kepala Pengembangan Sungai Brantas dan Bendungan Wonorejo Ir Sukistiono Dipl HE.

Untuk pengelolaan bendungan berkapasitas tampung 122 juta meter kubik itu berada pada Perum Jasa Tirta I yang berkedudukan di Malang. Dan Bendungan Wonorejo merupakan bendungan yang ketujuh dari pengaturan dan pengendalian penggunaan air di Daerah Aliran Sungai Brantas wilayah Jawa Timur.

Sedangkan untuk sisi pengembangan pengelolaan aset wisata bendungan yang diresmikan pada 21 Juni 2001 itu, di bawah kelola Dinas Pariwisata, seni dan budaya Kabupaten Tulungagung. Pihak pemkab setempat juga getol untuk terus memoles dan mempromosikan keberadaan potensi wisata Bendungan Wonorejo.




Di Bendungan Wonorejo juga terdapat sebuah terowongan bawah tanah. Untuk memasuki terowongan harus ijin kepada petugas. Pengunjung yang dilayani harus rombongan, karena untuk menuju terowongan diperlukan 3 orang petugas pemandu. Anda harus sehat, kuat untuk menuju ke terowongan. karena akan memasuki tangga sejauh 300 meter. bawalah air minum sebagai bekal, tapi jangan dibuang di dalam.





Terbukti dengan adanya kelengkapan sarana dan prasarana penunjang bagi para wisatawan yang ada di sana. Seperti penginapan memadai, restoran, jogging track, taman rekreasi keluarga, dan kenyamanan jalur transportasi menuju lokasi yang sangat layak dilalui berbagai jenis kendaraan. Sedangkan dari sisi promosi pihak terkait kerap melakukan penawaran promosi paket kunjungan wisata di Kabupaten Tulungagung. Baik diperuntukan bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sahabat D_Gal udah pernah ke Bendungan Wonorejo?? Kalau pernah bagaimana perasaan kalian. Pemandangannya yang cukup menarik bukan? Pasti kalian yang sudah berkunjung ke Bendungan Wonorejo akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Bagi yang belum, saya doakan semoga cepat cepat bisa berwisata ke Bendungan Wonorejo. Jika kalian ingin berkunjung tapi tidak begitu banyak info, bisa hubungi kami. Karena "D_Gal~poenya" paham betul tentang Kabupaten Tulungagung.

Sumber:
dgalpoenya
Diberdayakan oleh Blogger.